Rabu, 08 Februari 2012

Janganlah menjadi “pembunuh”

Sadarkah setiap kata yang kau lontarkan kadang menyakiti seseorang?
Sadarkah setiap kata yang kita ontarkan kadang kata-kata yang tak berbobot?
Sadarkah setiap kata yang  kau lontarkan kadang dapat “membunuh” seseorang?
Hati – hati dengan lidahmu!
Hati – hati dengan setiap uacapan yang kita lontarkan!

“Dasar..anak gak tau di untung, gak ada gunane, semakin besar semakin gak bisa apa-apa”
“Kamu emang gak bisa apa-apa!, bodo!!”
“Gak berbobot!gak mudengan!! Susah kalau ngomong sama kamu!”


Mungkin kita bukan pembunuh yang menghilangkan nyawa seseorang tapi sebagian dari kita mungkin secara gak sadar telah menjadi “pembunuh kharakter” seseorang
Saat seseorang mendengar ucapan- ucapan yang modelnya seperti di atas dan itu diperuntukkan kepada dirinya, kata-kata itu dapat membunuh orang saat itu juga. Mereka akan merasa gak bisa apa-apa dan gak ada gunanya akibat kata-kata.
Mungkin kalian yang mengatakan bisa bilang “salah nya sendiri termakan oleh omongan itu wong itu hanya sekedar luapan emosi”
Hei!!! sapa yang mau termakan oleh omongan yang negatif??tapi jika itu di ucapkan berkali-kali dan bukan hanya kuping yang mendengar, seluruh anggota tubuhpun serasa ikut merasakan, kita yang dikataipun secara sadar tak sadar, mau tak mau pasti termakan oleh omongan mereka.

STOP!! Kata-kata negatif, selama masih bisa diajari, dilatih dan dibimbing gak perlu dikatai seperti itu mereka pasti mengerti. Mereka bukan orang gila yang susah diajak bicara, kita semua orang normal yang bisa berpikir dan bekerja. Sadarlah kuasa ucapan itu besar kuasanya, maka jagalah setiap kata-kata yang dikeluarkan dan minta ampun pada Tuhan dan  kepada setiap orang yang telah kamu katai karena setiap kata yang dikeluarkan akan dipertanggung jawabkan kepada Tuhan.
Amsal 18:21 “Hidup dan mati dikuasai lidah siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya”


Bagi kalian yang sering mendengar  kata- kata negatif  bahkan mungkin setiap hari , ampuni mereka yang berkata seperti itu kepada kalian, terus belajar dan koreksi diri sendiri . Jangan ambil mentah-mentah kata-kata negatif yang seperti itu tetapi ambil tujuan dan sebab kenapa mereka berkata seperti itu. Kalian semua berharga dimata Tuhan, Dia menciptakan kamu pasti ada tujuan  dan rencana yang indah. Jangan menyerah!  ambil sisi positif dari itu semua,jika kamu tak membalas mereka kata-kata mereka justru itulah jalan dimana kamu bisa naik level  di dalam Tuhan.

                                                                   Lukas 12:7 
Bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu    lebih bergarga daripada banyak burung pipit.


Selasa, 07 Februari 2012

Kecanduan ( Keterikatan bagian 2)

Artikel kemarin saya berbicara tentang keterikatan yang bagaikan duri. Duri yang tertancap di dalam daging. Dan sekarang ini adalah bagian kedua dari artikel yang kemarin

Setiap orang pasti pernah mengalami atau saat ini mengalami apa yang namanya keterikatan atau kecanduan. Entah itu kecanduan pornografi, game, sex, judi, narkoba  dan lain lain. Saat kita asik dengan sesuatu dan tanpa mengenal waktu, tempat dan ruang dll.
Hati – hati anda mulai masuk dalam dunia kecanduan.

Kecanduan seperti benalu dalam hidupmu. Benalu yang menempel kuat dan dapat merusak hidupmu sendiri. Kecanduan menjanjikan sebuah kesenangan bagi diri kita untuk sementara waktu. Awalnya memang kita senang tapi lama kelamaan itu sebuah penyakit yang harus cepat diberantas.
Kecanduan yang kamu alami harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Akar berarti penyebab dari kecanduanmu, saat kamu memusnahkan kecanduanmu jangan setengah hati tapi sepenuh hati . Akibat dari setengah hati, kecanduanmu bisa tumbuh lagi bahkan bisa lebih parah dari apa yang kau pernah alami. Jika kamu tak segera memusnahkannya, kecanduanmu yang akan memusnahkan diri anda.

Jangan bertarung sendiri

Jangan berperang sendiri, libatkan Tuhan dalam setiap perkara. Ini adalah sebuah kelemahan dari kita, minta anugrahNYa untuk membantu kita memusnahkan kecanduan yang kita alami.
Bagian kita lakukan, dan Dia yang akan melakukan bagianNYa saat kita meminta Dia campur tangan atas setiap pergumulan kita

                                                          2 Korintus 12: 9a
                                                  Tetapi jawab Tuhan kepadaku:
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelamahanlah kuasaKu menjadi sempurna”.
 

Senin, 06 Februari 2012

Kau Bukan Untuk Dia

Apa itu cinta? Kenapa cinta dapat mengubah segalanya??Bahkan apa yang telah dijadikan Tuhan itu “baik” diubah oleh cinta??
Jika cinta mengubahmu menjadi seseorang yang bukan kepribadianmu, apakah itu baik?
Jika cinta mengubah penampilanmu secara berlebihan yang bukan kepribadianmu, apakah itu baik?
Apakah perubahan baru yang kau tampilkan, membuatmu nyaman?
Apakah perubahan yang kau berikan untuk membuat pasangan mu senang, itu baik buat kamu?
“orang yang aku sukai, dia suka cewek yang sexi seperti artis-artis korea, mandarin dan jepang maka dari itu aku harus berusaha kuat untuk diet supaya bisa mendapatkan dia”
“gebetanku suka cewek yang kalem, pendiem dan gak kaya aku. Aku harus mengubah kepribadianku supaya dia mau terima aku, aku cerewet , supel beda dengan tipe dia”
“orang yang aku kagumi suka cewek yang feminim, lembut dll gak kaya aku tomboy, gendut juga. Aku harus mengubah penampilanku, aku harus belajar make up, aku harus feminim ”

Bagaimana tanggapan kita dengan pengakuan mereka?

Mereka berubah bukan karena Tuhan ataupun kesadaran dari diri mereka bahwa ada sesuatu yang buruk yang perlu diubah tapi mereka berubah karena mereka suka kepada seseorang. Heii..Come on!! Generasi muda, kalian diperbudak oleh cinta akan lawan jenis

Jika dia gak bisa terima kamu apa adanya, dia bukan jodohmu
Jika dia gak bisa terima kamu apa adanya, Tuhan sudah sediakan yang lebih baik untuk kamu
Cinta itu perlu bukan mau. I need U bukan I want U
Sifat yang ada di kamu melengkapi sifat yang ada diri pasanganmu, jika pasanganmu itu pemarah dan kamu sabar berarti kalian saling melengkapi. Berubahlah karena Tuhan bukan karena cinta akan lawan jenis, karena perubahan karena Tuhan pasti bersumber dari hati, lebih tulus dan kekal tapi kalau berubah demi seseorang bersifat fana.

Silakan belajar, jika memang kau tetap mengambil keputusan untuk berubah demi dia silakan, mungkin banyak yang gak setuju dengan pendapat saya, tapi apa yang saya katakan bukan hanya untuk dibaca tetapi coba praktekkan dan bandingkanlah. FBU

Jumat, 03 Februari 2012

Berjanji, Tepatilah!!

Pernahkah kita berjanji? Tentu saja pernah
Kita pasti pernah berjanji baik kepada keluarga, sahabat, teman, ataupun pacar. Banyak janji yang telah kita umbarkan antara lain janji untuk kuliah dengan benar,memberikan hadiah, pergi dengan teman, maupun untuk setia pada pasangan. Tetapi pernahkah kita MENGINGKARINYA??
Tentu saja pernah entah itu sadar ataupun tidak.

Kita sebagai orang yang memberikan janji, USAHAKANLAH selalu menepatinya. Jangan pernah melupakan janji kita kepada orang lain.
Jika kita berjanji untuk memberikan kado, tepatilah.
Jika kita berjanji untuk datang jam 7 pagi, tepatilah
Jika kita berjanji untuk setia, tepatilah juga.
Apapun yang kamu janjikan, usahakan tepatilah karena ketika kita berucap janji , kita sudah memberikan sebuah harapan pada orang tersebut.  Demikian juga, jika kita berjanji kepada Tuhan, TEPATILAH!!! Karena Tuhanpun selalu menepati apa yang telah dijanjikanNYA

Sekarang saya ajak kalian untuk memposisikan diri menjadi orang lain yang janjinya tidak kau tepati. Perasaan kecewa, marah dan jengkel pasti dirasakan oleh kita, karena janji yang diucapkan oleh temanmu atau pacarmu tidak ditepati. Ini menandakan bahwa setiap janji yang diucapkan menimbulkan PENGHARAPAN sehingga pada saat janji itu BATAL yang ada hanyalah perasaan kecewa, marah mungkin bisa jadi sakit hati.

Maka dari itu, jika kita tidak ingin merasa dikecewakan oleh karena janji yang tak kunjung ditepati atau BATAL. TEPATILAH kalau kita berjanji dengan orang lain. Manusia memang tidak sempurna, kadang kita bisa lalai menepati janji kita tetapi USAHAKANLAH untuk menepatinya.

SO..
Belajarlah dari TELADAN TUHAN YESUS, Dia tak pernah lalai menepati janji-Nya. Meskipun kadang di saat kita merasa lelah untuk menunggu, kita merasa Tuhan lupa akan janji-Nya. Tapi INGAT, DIA TAK PERNAH LUPA JANJI-NYA.


                                                                 Roma 4 :21
“Dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan”

Fireproof



Sebuah film yang menceritakan tentang kehidupan rumah tangga yang mengalami berbagai masalah hingga akan berakhir pada perceraian. Film ini mengandung banyak pesan  rohani tentang cinta dan perkawinan menurut rencana Tuhan. Tetapi kadang kita malah membuat pondasi keluarga berdasarkan keegoisan kita bukan berdasar pada apa yang Tuhan mau.

Diperankan oleh aktor Kirk Cameron dan aktris Erin Bethea yang bermain cemerlang. Caleb Holt (Cameron) seorang “chief” Captain Fire Department (Kepala Pasukan Pemadam Api) dan isterinya Catherine “Cat” (Bethea) Public Relation pada sebuah rumah sakit setempat.

Caleb dan Cat (Catherine) Holt adalah sepasang suami-isteri muda, keduanya sibuk dalam karier masing-masing. Ditengah – tengah kesibukan, rumah tangga yang telah dibangun selama 7 tahun ini terjadi banyak masalah diantaranya komunikasi yang  tidak lagi menjadi prioritas, seolah -olah asal masing - masing tahu diri, bekerja keras, setia, sepakat mengambil tanggung -jawab masing -masing sebagai suami dan isteri  semuanya seolah seharusnya sudah baik. Tapi ternyata tak sebaik apa yang mereka pikirkan, justru itu menjadi masalah utama yang mengakibatkan BERCERAI adalah jalan satu-satunya.

Di tengah -  tengah proses perceraian ayah Caleb meminta Caleb untuk menunda perceraian selama 40 hari. Ayah caleb memberikan sebuah buku yang berisi “sesuatu” yang dapat mengubah kondisi rumah tangga Caleb.  Apa yang terjadi selama 40 hari? Apakah rumah tangga Caleb dan Catherine dapat di pertahankan? Lihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup mereka.
Dan mungkin film ini dapat memberikan inspirasi buat kehidupam kalian semua.Amin  FBU^^

Kamis, 02 Februari 2012

Bukan “kamu” tapi “DIA”

Jangan pernah menganggap dirimu dapat mengubah seseorang. Sebenarnya yang dapat mengubah seseorang adalah Tuhan bukan dirimu, tapi banyak orang dengan “pedenya” menganggap dirinya bisa mengubah orang lain.
Kejadian ini sering terjadi biasanya pada saat seseorang ingin membangun sebuah hubungan, akan tetapi ada berbagai hal yang menjadi penghalang hubungan itu, seperti  agama, sifat, kharakter  dan lain- lain yang sebenaranya gak cocok tapi dipaksakan dan akhirnya keluar ungkapan – ungkapan seperti ini “gak papa...nanti kan dia bisa berubah gak emosian, gak marahan jika aku pacaran dengan dia” Atau ungkapan yang seperti ini  “gak papa...nanti setelah pacaran sama aku, dia bisa pindah agama bareng ma aku, saat ini beda gak papa aku percaya nanti aku bisa mengubah dia”

Mungkin pacar, teman anda bisa berubah, tapi kita lihat proses kedepannya (permanent atau temporary ). Ingat ! PERUBAHAN BUKANLAH PERUBAHAN SAMPAI TERJADI SUATU PERUBAHAN .Pacarmu berubah karena cinta, nafsu atau dia benar- benar berubah karena dia menyadari bahwa dirinya memang perlu berubah karena ada sesuatu yang jelek atau yang gak benar dalam dirinya.

Jika motivasi berubah adalah orang, cinta, nafsu dll perubahan itu bersifat sementara, saat kamu putus dengan pacarmu atau kamu ada masalah dengan dia, sifat yang lama akan muncul kembali bahkan bisa lebih hebat dari yang dia pernah lakukan atau yang tadinya dia pindah agama karena kamu, bisa kembali ke agamanya yang lama karena kamu juga.

Lalu tugas kita sebenarnya apa??
Kita hanya bisa menjadi penolong dan menyiapkan hati orang – orang yang memang mau untuk berubah, tetapi  tetap Yesus yang dapat berkuasa untuk mengubah hati mereka. Kita bukanlah aktor utama, Tuhanlah yang menjadi aktor utama.

SO...
Selamat bekerja menjadi rekan sekerjanya Tuhan, lihat perubahan yang benar- benar terjadi dalam hidup teman –teman mu atau pasangan hidupmu , karena yang kita andalkan bukan diri kita tapi Tuhan yang sanggup mengubah hati seseorang. Amin
FBU^^



Rabu, 01 Februari 2012

“Teori ” Selalu Baik



Banyak sekali aturan dan prinsip –prinsip hidup yang kita buat untuk menunjukkan kwalitas diri kita.
Beraneka macam ilmu kehidupan kita pelajari  bahkan mungkin dari sebagian kita dianggap lebih “dewasa” dari yang lain.Teman,sahabat bahkan saudara menjadikan kita tempat curhat soal “kehidupan” mereka
Kadang kitapun jadi besar kepala “wah saya ternyata dewasa juga” tapi itu hanya anggapan mu saja, sebelum kamu merasakan sendiri apa yang dialami oleh orang lain.

Suatu hari ada teman saya bercerita tentang hubungan antara dia dengan pacarnya. Dia berkata, dia serasa gak bisa lepas dari pacarnya walaupun berulang kali pacarnya telah menyakitinya.
Aku hanya berkata “Kamu telah menjadikan pacarmu itu, kaya Tuhanmu. Fokusmu ke dia terus buat Tuhan serasa gak ada sama sekali”
Sepertinya apa yang aku katakan benar  dan baik ya? Fokus hidup kan seharusnya memang ke Tuhan bukan ke orang lain.
Tapi ternyata apa yang telah kukatakan di uji. Ternyata secara gak sadar aku telah menyayangi orang, lebih dari hidupku. Bahkan aku berani melakukan apapun demi orang yang saya kasihi.
Cerita singkat di atas menggambarkan, teori kebenaran selalu baik tapi kadang kita sebagai manusia kurang di dalam prakteknya
TEORI KEBENARAN selalu BAIK tapi PRAKTEK belum TENTU SEBAIK TEORI. Lalu pertanyaan nya apa yang harus kita lakukan??

Minta anugrah pada Tuhan, dekatkan diri kalian semua ke Tuhan. Dia yang akan memampukan kita saat kita tak mampu . Tubuh kita masih ada daging yang bersifat dunia maka dari itu kita butuh pertolongan yang namanya sesuatu yang lebih besar  dari daging kita untuk melawan itu semua.
Walau sakit, tapi tahan karena proses ini membawa kedewasaan dalam hidup kita.
Berperanglah melawan diri sendiri dulu baru nanti mengurus masalah yang lain .
Selamat belajar dan berperang!
FBU^^