Rabu, 29 Februari 2012

Jangan Pernah Mengharapkan “Imbalan”

Judul di atas mungkin sangat gampang sekali kita ucapkan??jangan pernah mengharapkan imbalan ketika kita menolong seseorang. Harusnya kepedulian yang kita berikan janganlah mengharapkan imbalan karena ketika kita berharap sesuatu dari yang kita tolong, rasa kecewa siap-siap akan menghantui anda.
Tapi siapkah kita juga kecewa?
Siapkah kita sakit hati?mungkin secara manusia tujuan kita tak mengharapkan imbalan tapi pada akhirnya kita pun secara sadar gak sadar mengharapkan mereka “membalas” walau secuil
Tetapkah kita tetap menolong orang walaupun tak ada balasan sama sekali dari orang yang kita tolong, bahkan mereka mencarimu hanya karena ada masalah

Siapkah merasakan kecewa, saat mereka ada masalah, mereka mencarimu tetapi saat kau ada masalah mereka tak ada buat kamu?
Siaapkah merasakan kecewa, saat mereka sakit kau selalu peduli dengan mereka tetapi saat kau sakit mereka tak pernah menanyai kabarmu?
Siapkah merasakan kecewa, saat orang kau tolong menusukmu dari belakang bahkan membuatmu terpojokkan?
Siapkah merasakan kecewa, apa yang kita lakukan kepada orang lain dibalas berbeda dengan apa yang telah kita lakukan??

Jangan pernah berhenti berbuat baik, walaupun mereka berbuat “tak seperti”  apa yang kita pernah lakukan terhadap mereka. Tuhan yang melihat , Dia yang paling tahu dan merasakan apa yang kau rasakan.
Pernah dengar istilah ini “Orang datang kepada Tuhan jika mereka menghadapi masalah”. Bayangkan saja bukan hanya 1 orang yang begitu padaNYa bahkan hampir semua orang di dunia ini berbuat seperti itu.

Tuhan juga sangat mengasihi murid-muridNYa, Dia sangat baik terhadap muridNYA tapi yang dilakukan murid Yesus tidak sesuai dengan apa yang Yesus berikan. Yesus disalib juga karena muridNYa, Dia juga pernah disangkal oleh muridNYA sendiri bahkan saat Dia disalib tak ada satupun muridNYa yang hadir menemaninya kecuali Yohanes
Tapi kasihNYa sungguh besar yang Dia lakukan adalah tetap mengasihi, menerima dan mendengarkan doa mereka bahkan rela mati di kayu salib walaupun mungkin hatiNYa sakit tapi Dia tetap baik
So..Tuhan aja, tak jemu-jemu berbuat baik apalagi dengan kita ?
FBU^^

Selasa, 28 Februari 2012

Sebenarnya "Gereja" Tempat apa sih??

Woiii...pembaca setiakuu haha...Kali ini aku mau bahas tentang Gereja nih..
Mungkin gak asing ya  buat kalian gereja itu tempat seperti apa, karena setiap minggu bahkan lebih dari sekali kalian pergi ke gereja...
Tapi tahukah kalian kebanyakan orang menyalahgunakan arti gereja yang sesungguhnya??
Terus menurut kalian gereja tempat apa??
Banyak orang ke gereja tujuannya bukan untuk mencari Tuhan tapi ada motivasi di balik mereka ke gereja tiap minggu. Hmm...apakah motivasi itu?
Cek diri kita sendiri, selama ini apakah tujuan utamamu ke gereja bener-bener mencari Dia atau mungkin ada motivasi lain  yang mengalahkan  tujuan utama kita??

1.    Gereja tempat cari jodoh??
Haha....biasanya remaja-remaja sekarang berpikir demikian   
Mereka make up total (gak cewek saja lhoo...cowok juga haha..) supaya di lirik sana sini..pikiran mereka “Ah... gak papa kan ya sambil menyelam minum air, sapa tau pas  di gereja ada yang naksir, kan lumayaan dapet orang gereja..udah baik taat ke gereja juga haha”.
Pertanyaannya apakah kamu yakin semua orang yang di gereja itu baik? Jika kamu saja sendiri mengutamakan cari jodoh daripada memuji menyembah Tuhanmu dengan sungguh-sungguh ?

2.    Gereja tempat kamu mencari relasi kerja
Cari teman sebanyak banyaknya di gereja “MUNGKIN” dengan gitu banyak relasi kerja kan sapa tau ada yang bisa diajak gongsi hmm...
Pertanyanya,jika memang tujuan utamamu adalah mencari relasi, apakah kamu tau perbuatanmu itu meragukan Tuhanmu??sampai –sampai kamu harus mencari sendiri di rumahNYA yang kudus??

3.    Gereja tempat kamu berjualan atau memasarkan produkmu?
Tujuan mu ke gereja adalah menawarkan jualanmu atau barang yang kamu produksi??
Tahukah kamu peristiwa pada waktu Tuhan marah  di Yerusalem, karena Dia melihat rumahNYA digunakan untuk bejualan?
Apakah kalian berpikir bahwa dengan kamu berjualan di ruang ibadah kamu membuat Tuhan geram akan perbuatanmu??                           
Sadarkah kamu akan hal itu?

4.    Gereja tempat untuk pamer
Baju mewah, perhiasan yang banyak, sepatu bermerk dan masih banyak lagi..hal – hal yang dipamerkan...
Biasanya banyak dari mereka yang ke gereja sibuk dengan penampilannya sendiri,
“hari ini aku pake apa ya??perhiasan yang mana ya??hmmm...sepatu merk apa ya??”
Weiii.....ini gereja bukan tempat unutk pamer.
Tujuanmu bukan mencari hatiNYA tapi pamer..
Hati – hati dengan sikapmu Tuhan melihat kedalaman hatimu....

5.    Gereja tempat untuk mencari berkat
Tujuan utama mu bukan cari Tuhan tapi berkat Tuhan.
Sadarkah akan hal itu? Pada waktu kamu banyak masalah kamu mencari berkat Tuhan, mujizat Tuhan dan lain sebagainya tetapi pada waktu kamu sudah mendapat berkat, Apa yang kamu lakukan?
Bangku mu kosong berminggu – minggu...
Kamu gak ada...
Dimanakah kamu??
Tuhan tahu apa yang kamu lakukan, Dia gak buta...tetapi Dia melihat dan mengenalmu..

Sebenarnya Gereja tempat apa sih??
Yang pasti gereja adalah tempat kita bertemu dengan Dia
Tempat kita menyembah  dan memuji Dia
Tempat kita berseru kepada Dia sebagai RAJA, penguasa tunggal hidup kita..bukan tempat berkat seperti yang orang banyak lakukan...
Kuduskan bait suci Allah dari segala bentuk motivasi “KEUNTUNGAN DUNIAWI” yang kamu lakukan.
Jangan kamu khawatir tentang apapun juga..
Ingat ayat ini  MATIUS 6 : 33
“ Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadaMU ”
Ketika Tujuan Utamamu adalah mencari Dia, memuji Dia, mengagungkan Dia dan meninggikan Dia, segala berkat, jodoh atau apapun yang menjadi kebutuhanmu pasti dipenuhi Tuhan dengan sendirinya
So...jangan aneh2 lagi ya....jangan menjadikan gereja “SARANA MENCARI KEUNTUNGANMU”. Orang lain mungkin gak tau apa yang kamu lakukan tapi Tuhan melihat dan gak bisa dibohongi...

Selamat belajar....
Father Bless YOU....


Minggu, 26 Februari 2012

Kejutan dari Tuhan

Pernahkah kalian memikirkan kembali kebaikan Tuhan?
Pernahkah kalian memikirikan ulang peristiwa-peristiwa yang terberat dan pernah terjadi di hidup kalian?
Masalah dan tantangan hidup yang pernah terjadi dan benar-benar selesai
Dan pernahkah kalian berpikir dampak dari setiap masalah yang terjadi buat hidup kalian,ketika kalian tetap memegang nama Tuhan walaupun itu berat?
Apakah kalian pernah merasakan hikmah yang kalian yang dapat ketika kau tetap berada di dalam jalurNYA walaupun masalah begitu berat?

Mungkin dari masalah-masalah yang menghimpitmu kau belajar kedewasaan
Mungkin dari masalah dengan teman, pacar atau keluargamu kau belajar apa yang namanya menghargai,menerima, berkorban dan memperhatikan
Mungkin dari masalah yang terjadi kau belajar arti kejujuran
Mungkin dari masalah “pertikaianmu” dengan seseorang kau belajar tentang memberi maaf dan memint maaf

Banyak sekali yang dapat kita pelajari dari setiap peristiwa atau kejadian yang pahit bagi kita
Tapi sadarkah kamu dari setiap kejadian yang kita alami, Tuhan sedang memberikan kejutan buat kita?
Sadarkah kalian, bahwa dari setiap kejadian “pahit” yang kita alami, Tuhan sedang membentuk kharakter kita?
Sadarkah kalian, setiap kejadian yang kita alami membuat kita semakin serupa dan segambar denganNYA?

Dan sekarang pertanyaanya adalah
Sabarkah kita menantikan kejutan yang Tuhan berikan?
Sabarkah kita menantikan hadiah yang Tuhan sudah sediakan buat kita?
Sabarkah kita melihat perbuatan tangan Tuhan sampai tuntas walaupun setiap peristiwa-peristiwa yang dialami membuat “dagingmu” sakit ?
Sabarkah kita menjalani itu semua tanpa bersungut-sungut? 

Sabarlah menjalani “itu” semua karena dengan bersabar kita dapat melihat  “kejutan ” yang Tuhan sediakan buat kita

When God ran

Almighty God, the great I am
Immovable rock, omnipotent, powerful, awesome Lord
Victorious warrior, commanding King of Kings
Mighty conqueror, and the only time
the only time I ever saw Him run 

CHORUS:
Was when He ran to me, He took me in His arms
Held my head to His chest, said “My son’s come home again”
Lifted my face, wiped the tears from my eyes
With forgiveness in His voice He said,
“Son do you know I still love you?”
He caught me by surprise when God ran
The day I left home I knew I’d broken His heart
And I wondered then if things could ever be the same
Then one night I remembered His love for me
And down that dusty road ahead I could see
It was the only time – it was the only time I ever saw Him run
And then He ran to me, He took me in His arms
Held my head to His chest, said “My son’s come home again”
Lifted my face, wiped the tears from my eyes
With forgiveness in His voice He said,
“Son do you know I still love you?”
He caught me by surprise as He brought me to my knees
When God ran – I saw Him run to me 

BRIDGE:
I was so ashamed, all alone and so far away
But now I know He’s been waiting for this day
I saw Him run to me, He took me in His arms
Held my head to His chest, said “My son’s come home again”
Lifted my face, wiped the tears from my eyes
With forgiveness in His voice I felt His love for me again
He ran to me, He took me in His arms
Held my head to His chest, said “My son’s come home again”
Lifted my face, wiped the tears from my eyes
With forgiveness in His voice He said, “Son”, He called me Son
He said, “Son do you know I still love you?”
He ran to me and then I ran to Him
When God ran

Kamis, 23 Februari 2012

CEPATLAH SADAR, SEBELUM TERLAMBAT!!!

Seringkali, dalam hidup ini banyak yamg menawarkan berbagai macam pilihan menarik hingga kadang kita tergoda dan bahkan sampai membuat kita keluar dari “jalur” Tuhan. Hal tersebut terjadi di dalam hidupku. Saat aku mempunyai seseorang yang aku sayangi. Tanpa ksadari aku mulai “mementingkan” dia di dalam hidupku. Bahkan mungkin aku lebih mengandalkan dia daripada Tuhan.

Saat itulah aku keluar dari “jalur” Tuhan. Tuhan cukup sabar menghadapi aku dan menunggu agar aku kembali pada jalur-Nya. Tapi ternyata aku tidak sadar-sadar juga. Maka Tuhan mulai “memukul” aku dengan pelan. Masalah mulai muncul dengan orang yang aku sayangi. Mulai ada kerikil, namun saat itu aku masih dapat menyelesaikannya sendiri dan aku juga belum sadar.

Lambat laun Tuhan mulai “memukul” aku lagi dengan pukulan yang lebih keras. Tuhan berusaha menunjukkan : “ ini lho... orang yang kamu sayangi selama ini, yang kamu andalkan dalam hidupmu” . Dan ternyata yang terjadi adalah, dia mempersalahgunakan kepercayaanku padanya. Saat itu aku benar-benar kecewa dengan orang yang kusayangi. Aku baru mengerti sifatnya seperti itu dan  aku mulai sadar bahwa Tuhan membukakan mataku tentang orang itu. Aku juga mulai sadar bahwa selama ini aku jauh dari Tuhan.
Aku belajar dari setiap peristiwa yang kualami
Aku belajar dari kejadian ini
Aku tau Tuhan membuatku untuk kembali “pulang”
Dan sekarang aku belajar mendekatkan diri kepada Tuhan. Aku berusaha berserah sepenuhnya kepada Tuhan.

Pergumulan demi pergumulan yang aku alami, aku berusaha untuk menyerahkan semuanya pada Tuhan. Aku berkata kepada Tuhan:
Ketika Tuhan menyuruhku untuk berhenti maka aku akan berhenti
Ketika Tuhan menyuruhku untuk pergi maka aku akan pergi
Ketika Tuhan menyuruhku untuk maju, maka aku akan maju dan Dia yang akan memampukan aku melewati semuanya ini.

Maka dari itu, CEPATLAH SADAR, SEBELUM TERLAMBAT. Jangan sampai Tuhan memberikan “pukulan” yang lebih keras lagi baru kita sadar. Ingatlah, tetap berada di jalur Tuhan karena Tuhan tak akan pernah mengecewakan kita. Dia akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak-Nya.
FBU^^

“Dikuliti”

Kadang aku tak mengerti rencanaMU
Kadang aku tak mengerti kau tempatkan aku di tempat yang tak kusuka
Kadang aku ingin sekali berontak tapi tak bisa
Kadang semua yang kuingini tak semuanya terjadi
Ambisiku kalah dengan kenyataan yang terjadi dan kenyataan yang kualami
Aku tak ingin begini
Aku tak ingin terjadi pada diriku, tetapi semakin ku tak ingin semakin berbeda dengan perkiraanku
Kadang kumenjerit “Aku ingin bebas, aku ingin ini, aku ingin semuanya berhasil sesuai dengan rencanaku ”
Tapi semuanya gak benar, hancur dan berbeda bahkan melenceng jauh dari apa yang sudah kurencanakan
Apa yang harus kulakukan?
Motivasi, tujuan, visi dan misiku baik tetapi kenapa tak pernah terjadi sesuai dugaanku ?
Semuanya telah kurencanakan baik tapi yang terjadi justru sesuatu di luar dugaanku
Yang kurasakan aku seperti “dikuliti”
Kepribadian, sifatku dan semua tentang aku serasa “dikuliti” satu persatu
Aku berserah dan  tak melawan karena aku mau melihat apa yang akan terjadi ketika aku “diam”
Kekecewaan, kesedihan bahkan air mata yang tak terhitung selalu ada dalam hidupku
Tapi satu hal yang aku tanamkan dalam hatiku “aku tak menyerah”

Ketika kuberjalan,menjalani hidupku yang diluar daripada dugaanku, aku menemukan sesuatu
Ketika kuberjalan di dalam hidupku, yang tak sesuai rencanaku, aku merasakan sesuatu
Ada sukacita yang kualami walaupun banyak masalah yang terjadi dalam hidupku
Ada damai yang kurasakan walaupun banyak tantangan hidup yang menghimpit
Ada pribadi yang “bukan aku ” yang telah menjadi bagian dalam hidupku
Kenapa aku masih bisa tertawa?
Kenapa aku masih bisa merasakan damai?
Kenapa aku tak marah terhadap sesuatu kejadian yang seharusnya aku marah?
Kenapa aku  tak lagi penuh ambisi keduniawian, saat semua temanku berlomba mencari uang walaupun merelakan segalanya?
Aku bahkan tak mengenali diriku sendiri, ada sesuatu yang mengubahku
Aku merasa ada hal lain yang terjadi dalam hidupku

Berserah, berdoa dan melakukan bagianku itu yang kukerjakan setiap saat karena aku tak tau lagi apa yang harus kulakukan
Tapi saat semuanya itu kulakukan tanpa kusadari Yesus mengubah “pribadiku”
Yesus mengubah pribadiku menjadi pribadi yang lebih kuat
Yesus membuatku mengerti dibanding orang lain 
Yesus mengijinkan ku untuk mengetahui “yang lebih” dibanding orang lain
Apapun yang terjadi Engkau tetap Tuhan Yesus yang luar biasa dalam hidupku
Apa yang kualami ini, semakin aku tau Kau tak ingin aku serupa dengan dunia ini
Kau tak ingin aku menjadi seseorang yang penuh ambisi keduniawian
Kau ingin “mengulitiku ” karena Kau ingin menjadikanku “seseorang ” yang berbeda
Terima kasih Tuhan, ada makna dan tujuan yang mulia yang telah Kau sediakan dalam hidupku
Semua yang kurencanakan memang baik tapi rencanaMU itulah yang TERBAIK
Amin
FBU^^

Selasa, 21 Februari 2012

Perumpamaan (2) Luka yang Bernanah

Pernah mengalami luka? Entah itu luka akibat goresan pisau, luka akibat jatuh dari sepeda atau kendaraan atupun luka akibat kecelakaan.
Apa yang terjadi jika luka itu dibiarkan tanpa diberi obat? Tergantung seberapa dalam luka itu mungkin bisa sembuh dalam waktu yang lama tapi jika luka itu dalam maka yang terjadi adalah infeksi, dan mungkin bernanah bahkan bisa menimbulkan bau yang gak enak.
Tetapi jika luka itu di beri obat, maka luka itu akan menutup dan sembuh walaupun menimbulkan bekas luka.


Sama halnya dengan kita
Jika kamu sakit hati dengan seseorang, dan sakit hati itu kau biarkan saja maka yang terjadi adalah hatimu “bosok”. Sakit hatimu bisa berubah menjadi kepahitan dan jika berubah menjadi kepahitan, kalian sudah memasuki “dunia baru”.
Pernahkah kalian mendengar kaliamat ini “orang yang sakit hati akan melukai orang sekitarnya”. Ya ini yang kumaksud dengan “dunia baru”. Kalian akan melukai orang – orang yang disekelilingmu karena kalian mengganggap “semua orang ” sama. Gak ada lagi yang bisa dipercayai, jika kamu sudah sampai tahap ini kalian susah untuk dibangun kembali.

Bekerja sama denganNYa
Selagi kamu masih tahap sakit hati, sembuhkanlah jangan sampai berubah menjadi kepahitan. Mendekatlah pada Tuhan karena Dia yang paling tahu menyembuhkan sakit hatimu. Jangan makin menjauh dengan “Sumber Kesembuhan” tetapi makin mendekat denganNYA. Bagian kita mengampuni, menerima, mengasihi orang yang membuat kita sakit hati, dan bagianNYa  adalah membuat luka hati kita tertutup kembali walaupun terdapat bekas luka tapi itu bukti bahwa Dia tak pernah meninggalkan kita dan itu bukti perbuatan tanganNYa yang sudah menutup luka di hati kita . Bekerja samalah denganNYa, karena itu adalah jalan satu-satunya. Amin
FBU^^