Jumat, 04 Mei 2012

Meeeeiiiii beee yess Meeeii beee Nooo

Bulan mei sudah tibaaa...
Ada lelucon berkata “Jangan nembak cewek/ cowok bulan mei”
Kenapa??
Karena jawabannya pasti  “Meeeeiiiii beee yess Meeeii beee Nooo” haha..
Tapi percaya gak percaya tergantung dengan hatimu , lakukan aja senyamanmu.

Begitu juga di dalam Tuhan, hanya ada KEPASTIAN tinggal cara pandang, pikir dan hati kita  percaya atau tidak akan sesuatu hal .
Pasti pernah dengar kalimat “kita adalah umat pemenang ”.  Ketika kita mendengar kalimat itu pertama kali mungkin yang di pikiran atau di hati kita berkata “YES..itu aku TUHAN” , tapi jika kenyataan yang kita hadapi JUSTRU berbeda seolah-olah kita “kalah”, apakah kita masih percaya?? --> “Meeeeiiiii beee yess Meeeii beee Nooo”???

INGAT!!
Kemenangan itu pasti tapi tetap kita harus berperang! Tergantung kita sendiri mau menyerah (berhenti melangkah) ataupun tetap maju berperang??
Ada sebuah cerita --> saya baca di majalah youth saya (Youth Light) . Intinya seperti ini...
Suatu hari ada seorang bapak yang akan meninggal dunia karena sakit, sebelum meninggal beliau berpesan kepada 2 orang anaknya. “Nak, sebelum bapak meninggal bapak hanya berpesan “JANGAN PERNAH KENA SINAR MATAHARI dan MENAGIH UTANG KEPADA SIAPAPUN ”. Setelah berpesan seperti itu tak lama kemudian bapak itu meninggal dunia.

Beberapa tahun kemudian
Keadaan yang dialami oleh kedua anak itu berbeda secara luar biasa. Si sulung makin lama makin sukses sedangkan si bungsu makin lama usahanya makin sepi dan hampir bangkrut.
Karena dirundung penasaran maka si ibu menghampiri anaknya bungsu dan bertanya, “Bungsu..kenapa nasibmu menjadi seperti ini”??
“Aku hanya menuruti pesan bapak sebelum meninggal, karena bapak menyuruh jangan terkena sinar matahari walaupun yang saya punya hanya motor maka setiap pergi ke toko menggunakan taxi, dan karena bapak menyuruh tidak boleh menagih hutang maka saya tidak pernah menagih segala piutang kepada siapapun padahal saya juga harus membayar supplier. Maka modal saya kian hari kian habis, dan sekarang ibu liat sendiri keadaan saya”

Si Ibu pun kemudian menghampiri si sulung dan bertanya

“Sulung..kenapa kamu bisa sukses sedemikian rupa apa yang kau lakukan?”
Maka jawab si sulung “Saya hanya menuruti apa yang dipesankan oleh bapak, karena bapak menyuruh saya tidak boleh kena sianr matahari walaupun yang saya punya hanya motor maka yang saya lakukan saya berangkat pagi-pagi benar dan pulang malam sekali saat pergi ke toko sehingga pelanggan saya tau toko saya buka paling pagi dan tutup paling malam, dan karena bapak menyuruh tidak boleh menagih hutang maka yang saya lakukan adalah saya tidak pernah meminjamkan uang kepada siapapun”

Sekarang lihat ??

Sama dengan cerita diatas, si sulung dan si bungsu memandang, berpikir dan melakukan dengan sudut yang berbeda. Maka yang terjadi, hasil yang diterima mereka berdua juga berbeda.
Bagaimana dengan kita?? 
Masikah kita berpikir “KEMENANGAN ,KESUKSESAN ,BERKAT dll ” hanya sebuah kata “Meeeeiiiii beee yess Meeeii beee Nooo” atau sebuah “KEPASTIAN” ??
Semuanya tergantung kita broo, sisss
Selamat belajar FBU^^



Minggu, 29 April 2012

Apakah Kau MengasihiKU?




Jika ditanya “Apakah kamu mengasihi Tuhan-mu?”, dengan sangat yakin sebagian besar bahkan semua pembaca juga berkata dan menjawab, “Tentu saja! Aku sangat mengasihi Dia.”
Namun sebenarnya, dimana sih bukti iman kita untuk Dia??
Sebenarnya, seberapa besarkah kita mengasihi Dia??
Apakah dengan seluruh hidupmu?? Apakah hanya dengan bukti air mata yang kau keluarkan setiap berdoa?? Ataukah hanya dengan meloncat - loncat jingkrak - jingkrak saat memuji Dia??
Apakah semuanya itu sudah termasuk mengasihi?? Hmm...

Cek diri kita, dan bandingkan dengan mereka yang “mungkin” kamu pandang sebelah mata, tapi sebenarnya kita tidak lebih baik dari mereka..

Apakah kamu tahu, orang desa di plosok – plosok sana, mereka harus berjalan berkilo - kilometer jauhnya hanya untuk pergi ke gereja?? Gak peduli hujan atau panas terik matahari, mereka tetap berjalan berkilo - kilometer hanya untuk ke gereja.
Apakah kamu tahu mereka meminjam mobil pick-up tetangga untuk membawa jemaat dari gereja satu ke gereja yang lain?? Gak pandang anak muda, ataupun yang tua dan yang sudah beruban pun, mereka tetap rela berdiri dan berdesakan di bak belakang mobil pick-up hanya untuk ke gereja.

Bagaimana dengan kita??

Hujan sedikit gak berangkat ke gereja, mengeluh “Ah.. Ujan nie, gak ada mobil, adanya motor, nanti kalau sakit gimana?? Minggu depan aja agh....”
Padahal sudah ada pengumuman, bagi yang kekurangan transport ada bus dari gereja yang siap mengantar anda..

Bagaimana dengan kita?? “Ah... Gak ada waktu.. Hmm.. Bus kan buat orang tua ajah yang gak punya kendaraan, lagian juga panas, gak ada AC..” ??

Tahukah kamu, orang - orang pedesaan sana, untuk mendapatkan Alkitab saja susahnya minta ampun, bahkan berpikir untuk makan saja susah, apalagi untuk membeli sebuah alkitab.
Mereka menunggu saat ada pembagian alkitab gratis, dan pada waktu saatnya tiba mereka berebutan seperti layaknya berebutan sembako, mereka haus, lapar, dan ingin mengenal Yesus yang mereka puja.

Bagaimana dengan kita?

Kita bisa kok membeli alkitab sesukanya.. Mau beli 10 buah juga bisa..
Tapi…

Yang jadi pertanyaanya adalah
“Apakah kita mempunyai kerinduan yang sama dengan mereka??
“Apakah kita haus dan lapar akan firmanNYA seperti mereka??”

Tahukah kamu, mereka-mereka yang di pedesaan, banyak sekali yang buta huruf??
Tahukah kamu, hal itu gak jadi halangan untuk mereka??
Buta huruf memang menjadi kendala besar untuk mereka di dalam membaca Firman, tetapi kendala itu dilawan oleh niat dari dalam lubuk hati mereka sendiri..
Gak peduli usia yang sudah gak lagi muda, rambut beruban, tangan gemetaran, mereka TETAP belajar baca tulis HANYA DEMI INGIN MEMAHAMI SEBUAH ALKITAB dan akhirnya usaha mereka pun gak sia-sia..
Tekad yang bulat, hati yang penuh dengan kehausan serta kerinduan yang terdalam membuat mereka MAU & MAMPU membaca Firman untuk mengenal Dia lebih lagi..

Bagaiman dengan kita??
                                                                                             
Alkitab mungkin lebih dari satu
Apakah dibaca? Ah males Tuhan,, Ah cape Tuhan,, Dan begitu banyak ah ah yg lain..
Bisa baca?? Jangan ditanya, bahkan kita punya gelar tertentu yang mendampingi nama kita..
Trus apa kendala kita di dalam membaca alkitab??
Gak ada kan..??
Jawabannya terletak di dalam lubuk hati kita.. Adakah niat untuk mau lebih lagi mengenal Dia??
Adakah keinginan kita untuk mau dekat dengan pribadi yang sudah berkorban nyawa demi kita??

Tahukah kamu, bahwa di luar sana, beberapa gereja yang mengadakan ibadah tidak memiliki tempat yang cukup untuk menampung seluruh  jumlah jemaat yang datang. Mereka rela gelar tikar diluar hanya untuk mengikuti ibadah sampai selesai, walaupun panas hujan sekalipun mereka tetap di luar, menggunakan topi payung atau apapun, dan tetap mengikuti ibadah itu sampai selesai..

Bagaimana dengan kita??

Gedung gereja  yang bagus, kursi yang nyaman, AC yang membuat kita semakin nyaman juga ada..
Tapi??
Selama firman apakah kita mendengarkan dengan sungguh-sungguh, atau sibuk sendiri dengan hp-mu, BB-mu, atau bahkan asik ngobrol sendiri dengan teman-temanmu??
Hanya waktu beberapa jam saja, sering dari kita yang GAK BISA memberikan waktu TOTAL buat TUHAN..
Firman selesai, tanpa basa basi, langsung banyak  dari kita yang pulang..
Berbagai macam alasan kita lontarkan,, lho kan firman sudah selesai,, ada acara,, mau pergi luar kota,, ada pesta ulang tahun,, dsb…

Apakah kamu tau, gereja-gereja di pelosok sana masih mempunyai rasa kekeluargaan seperti jemaat di Antiokhia??

Saat gereja aliran “A” mengadakan acara ibadah, dan ternyata mereka kekurangan alat musik..
Tahukah kamu, gereja aliran “B” meminjam kan alat musiknya untuk mendukung acara yang berlangsung di gereja aliran “A”..
Mereka gak memandang dari aliran mana atau dari gereja mana, yang penting buat mereka adalah kita adalah satu, satu di dalam Tuhan dan kita adalah satu keluarga.
Itu adalah KEINGINAN Tuhan kita..

Bagaimana dengan gereja-gereja di kota besar??
Gereja dibuat seperti bisnis.. Perebutan jemaat.. Banyak jemaat, makin banyak berkat..
Mereka berpikir jemaat yang lebih banyak dipandang orang bertumbuh, padahal Tuhan memandang kualitas, BUKAN kuantitas..
Dimanakah rasa kekeluargaan??
Dimanakah rasa kesatuan??
Dimanakah itu semua??
Yang ada hanya persaingan satu sama lain..

Ingat YL’ers, kita mungkin lebih kaya dari mereka, kita lebih berada, dan lebih beruntung daripada mereka..
Tapi ingat..
Iman kita, cinta kita ke Tuhan dan cara kita mengasihi Tuhan gak lebih baik dari mereka bahkan mungkin gak ada setengah lebih baik dari mereka..
Kita perlu belajar dari mereka..
Mereka tetap bersyukur atas apa yang mereka terima dan cinta mereka ke Tuhan, meskipun mereka banyak pengorbanan untuk bisa melakukan hal itu..
Nah sekarang, nilai-lah diri kita sendiri..

APAKAH AKU BENAR – BENAR MENGASIHI DIA??

Belajarlah dari kehidupan mereka...
Hidup adalah belajar, jangan pernah berhenti belajar..
Gak harus sama dengan mereka kok..
Dimulai dari belajar bersyukur karena dengan bersyukur, kita gak gampang mengeluh dan dengan bersyukur, kita dapat lebih mengasihi Tuhan dan mencintai setiap karyaNya dlm hidup kita, meskipun kadang terasa menyakitkan dan gak enak buat kita..
Semangat belajar..!!
Tuhan kita, takkan pernah meninggalkan anak-anakNya yang ingin lebih lebih lebih lebih dan lebih lagi mengenal Dia..

FATHER BLESS YOU.....

Rabu, 25 April 2012

Jangan Pernah Percaya Orang 100%


Jika di bilang dunia ini gak ada orang jahat .Itu adalah  suatu kebohongan
Jika dibilang pergaulanmu baik- baik saja, karena kamu merasa sudah merasa memilih orang yang baik di dalam bergaul, yakin? Pastikan dulu, banyak juga musuh dalam selimut
Jika di dalam dunia kerja ada yang bilang enjoy, enak dan kekeluargaan? Itu hanya ilusi belaka, jika kau tak waspada kau akan menjadi sasaran.

Saya tak berkata gak ada orang baik di dunia ini. Banyak orang baik tapi gak sedikit juga orang yang jahat. Orang yang mengejar harta, percintaan, nafsu dunia dan lain – lain yang menghalalkan segala cara bahkan teman, sahabat atu mungkin keluarga menjadi korban.

Perumpamaan
Dalam sebuah populasi singa, ada singa yang berkumpul antara singa satu dengan yang lain. Mereka berkelompok menjadi satu, kadangpun mereka berburu bersama untuk  mendapatkan makanan. Tapi ingat, di dalam perkumpulan singa-singa itu, bisakah mereka bertarung satu sama lain?? BISA, bahkan mereka bisa saja saling membunuh satu sama lain. 

Apa yang kita bisa petik dari perumpamaan ini?
Kadang orang yang paling dekat dan paling tahu tentang kita . Kadang JUSTRU itu yang akan menjadi pisau yang bisa melukai hati kita. Mungkin kalian sempat berpikir “di dunia luar sana banyak orang jahat”, tapi menurut saya bukan di dunia luar sana tetapi malah di dalam komunitasmu. Komunitas yang setiap hari kalian bertemu itulah “dunia di luar sana”


“Jangan Pernah Percaya Orang 100%”
Sebaik apapun teman seperjuanganmu, dan sahabatmu jangan pernah kau percaya 100% total pada mereka. Manusia tak ada yang sempurna, sama sekali tak ada yang sempurna, mereka bisa saja mengecewakanmu. Rasa percaya yang berlebihan yang kau berikan pada orang yang kalian percayai akan membuat kita sakit hati suatu hari nanti. Entah dia lupa akan janjinya, ataupun ada sesuatu kejadian saat kau tak sejalan dengannya, dan kamu merasa dirimu ditinggal, dikucilkan dll.
Maka dari itu jangan pernah percara orang 100%. Andalkan Tuhan dalam hidupmu karena hanya Dia yang tau apa yang kita butuhkan. Dia adalah pribadi yang tak pernah mengecewakan kita, dan Dia tau yang terbaik bagi kita.

So bagi kalian yang belum pernah merasakan disakiti oleh orang, belajarlah untuk mandiri dan tidak 100% percaya dan  mengandalkan orang lain, karena ketika kita berbuat seperti itu . HATI-HATI diri anda sedang dalam bahaya.
Bagi kalian yang sudah pernah disakiti, saya hanya bisa berkata ampuni mereka. Secara firman Tuhan berkata ampuni dan berkatilah mereka. Tetapi jika diri anda belum siap, jangan paksakan itu karen itu hanya menambah kebencian kalian pada mereka.
Ambil waktu dan berusahalah untuk tetap mengampuni dan melupakan.
      Hal positif yang bisa kita ambil dari peristiwa menyakitkan itu adalah  kita bisa makin dewasa dan tau arti dunia luar sana, bahkan  melalui orang – orang yang menjengkelkanmu kalian tambah dewasa dan mengerti langkah apa yang harus diambil jika peristiwa ini terulang di diri sendiri ataupun  pada teman-temanmu. Selamat Belajar FBU^^