Senin, 18 Juni 2012

Apakah itu yang Terbaik??


Kadang ketika seseorang sudah berada dengan posisi yang nyaman menurut pandangannya sendiri , dia akan tetap bertahan dan tetap mempertahankan itu, padahal belum tentu itu yang terbaik buat dirinya

Seseorang yang sudah lama memakai mobil manual, kadang dia susah untuk berpindah dari mengendarai mobil manual menjadi mobil automatic, karena mereka berpikir, ini sudah yang paling enak dan nyaman padahal mobil automatic jauh lebih enak dan nyaman.

Seseorang yang kadang bekerja di kota A, jika dipindah di kota B sebagian dari mereka pasti berpikir dua kali dengan berbagai alasan entah itu karena nyaman di kota A, sudah betah di sini dll. Padahal di kota B, sudah disediakan fasiilitas yang lebih baik dan nyaman.

Tergantung cara pikirmu

Kadang manusia berpikir apa yang menjadi rencana, tujuan dan visinya sudah yang terbaik dan yang paling baik.Tetapi pada saat Tuhan ingin menggantikan yang lebih baik menurut cara pandangNYa, kita merasa itu bukan yang terbaik.
Kita tetap berpikir apa yang kita pilih itu yang terbaik. Jalan Tuhan memang semuanya melalui proses dan tak kan pernah ada yang instan, kadang yang kita tak mau adalah PROSES yang harus kita jalani terlebih dahulu.
Walaupun proses membuat kita lebih baik tapi jalan ini yang tak pernah kita sukai, karena proses ini membuat kedagingan kita menjadi korban.
Sekarang tergantung cara pikir kita, mau pilih jalan Tuhan atau jalan menurut pandangan kita sendiri??


Tuhan tak pernah memaksa
Setiap kita diberikan kehendak bebas atau “free will” mau pilih jalan A ya silakan, jalan B ya silakan. Dia tak pernah memaksa, tapi ingat setiap pilihan kita ada resiko yang harus diambil. Berani ambil keputusan berani  ambil resiko, tapi tetap Dia setia dan janjiNYa pasti digenapi bahwa Dia tak pernah meninggalkan kita.
So...
Semuanya ada di tanganmu!
Bijaksanalah!
FBU^^

Kamis, 07 Juni 2012

Untitled

Kadang mencintai seseorang begitu berat
Tetapi tak sedikit waktu bahagia yang bisa dihabiskan bersama
Karena cinta bisa tertawa
Karena cinta bisa bahagia
Karena cinta bisa menagis
Karena cinta bisa sakit hati
Banyak sekali yang dirasakan

Kadang perasaan seperti ini tidak bisa dikendalikan
Susah sekali berkompromi
Ingin sekali melupakan tapi otak ini selalu ingin mengingat
Ingin sekali beranjak dari masa lalu, tapi hati ini selalu ada di masa lalu

Cinta kadang menorehkan luka di dalam hati
Tapi kadang karena cinta, sesakit apapun bisa "dikompromi"
Apapun bisa dilakukan
Jangankan memaafkan, memberikan segalanya juga mudah

Tanpamu dunia menjadi sepi
Tanpamu dunia menjadi tak berarti
tapi
Denganmu ada tangis
Denganmu ada kekecewaan
Denganmu juga ada kepahitan

So..
Apakah itu Cinta?



Jumat, 04 Mei 2012

Meeeeiiiii beee yess Meeeii beee Nooo

Bulan mei sudah tibaaa...
Ada lelucon berkata “Jangan nembak cewek/ cowok bulan mei”
Kenapa??
Karena jawabannya pasti  “Meeeeiiiii beee yess Meeeii beee Nooo” haha..
Tapi percaya gak percaya tergantung dengan hatimu , lakukan aja senyamanmu.

Begitu juga di dalam Tuhan, hanya ada KEPASTIAN tinggal cara pandang, pikir dan hati kita  percaya atau tidak akan sesuatu hal .
Pasti pernah dengar kalimat “kita adalah umat pemenang ”.  Ketika kita mendengar kalimat itu pertama kali mungkin yang di pikiran atau di hati kita berkata “YES..itu aku TUHAN” , tapi jika kenyataan yang kita hadapi JUSTRU berbeda seolah-olah kita “kalah”, apakah kita masih percaya?? --> “Meeeeiiiii beee yess Meeeii beee Nooo”???

INGAT!!
Kemenangan itu pasti tapi tetap kita harus berperang! Tergantung kita sendiri mau menyerah (berhenti melangkah) ataupun tetap maju berperang??
Ada sebuah cerita --> saya baca di majalah youth saya (Youth Light) . Intinya seperti ini...
Suatu hari ada seorang bapak yang akan meninggal dunia karena sakit, sebelum meninggal beliau berpesan kepada 2 orang anaknya. “Nak, sebelum bapak meninggal bapak hanya berpesan “JANGAN PERNAH KENA SINAR MATAHARI dan MENAGIH UTANG KEPADA SIAPAPUN ”. Setelah berpesan seperti itu tak lama kemudian bapak itu meninggal dunia.

Beberapa tahun kemudian
Keadaan yang dialami oleh kedua anak itu berbeda secara luar biasa. Si sulung makin lama makin sukses sedangkan si bungsu makin lama usahanya makin sepi dan hampir bangkrut.
Karena dirundung penasaran maka si ibu menghampiri anaknya bungsu dan bertanya, “Bungsu..kenapa nasibmu menjadi seperti ini”??
“Aku hanya menuruti pesan bapak sebelum meninggal, karena bapak menyuruh jangan terkena sinar matahari walaupun yang saya punya hanya motor maka setiap pergi ke toko menggunakan taxi, dan karena bapak menyuruh tidak boleh menagih hutang maka saya tidak pernah menagih segala piutang kepada siapapun padahal saya juga harus membayar supplier. Maka modal saya kian hari kian habis, dan sekarang ibu liat sendiri keadaan saya”

Si Ibu pun kemudian menghampiri si sulung dan bertanya

“Sulung..kenapa kamu bisa sukses sedemikian rupa apa yang kau lakukan?”
Maka jawab si sulung “Saya hanya menuruti apa yang dipesankan oleh bapak, karena bapak menyuruh saya tidak boleh kena sianr matahari walaupun yang saya punya hanya motor maka yang saya lakukan saya berangkat pagi-pagi benar dan pulang malam sekali saat pergi ke toko sehingga pelanggan saya tau toko saya buka paling pagi dan tutup paling malam, dan karena bapak menyuruh tidak boleh menagih hutang maka yang saya lakukan adalah saya tidak pernah meminjamkan uang kepada siapapun”

Sekarang lihat ??

Sama dengan cerita diatas, si sulung dan si bungsu memandang, berpikir dan melakukan dengan sudut yang berbeda. Maka yang terjadi, hasil yang diterima mereka berdua juga berbeda.
Bagaimana dengan kita?? 
Masikah kita berpikir “KEMENANGAN ,KESUKSESAN ,BERKAT dll ” hanya sebuah kata “Meeeeiiiii beee yess Meeeii beee Nooo” atau sebuah “KEPASTIAN” ??
Semuanya tergantung kita broo, sisss
Selamat belajar FBU^^



Minggu, 29 April 2012

Apakah Kau MengasihiKU?




Jika ditanya “Apakah kamu mengasihi Tuhan-mu?”, dengan sangat yakin sebagian besar bahkan semua pembaca juga berkata dan menjawab, “Tentu saja! Aku sangat mengasihi Dia.”
Namun sebenarnya, dimana sih bukti iman kita untuk Dia??
Sebenarnya, seberapa besarkah kita mengasihi Dia??
Apakah dengan seluruh hidupmu?? Apakah hanya dengan bukti air mata yang kau keluarkan setiap berdoa?? Ataukah hanya dengan meloncat - loncat jingkrak - jingkrak saat memuji Dia??
Apakah semuanya itu sudah termasuk mengasihi?? Hmm...

Cek diri kita, dan bandingkan dengan mereka yang “mungkin” kamu pandang sebelah mata, tapi sebenarnya kita tidak lebih baik dari mereka..

Apakah kamu tahu, orang desa di plosok – plosok sana, mereka harus berjalan berkilo - kilometer jauhnya hanya untuk pergi ke gereja?? Gak peduli hujan atau panas terik matahari, mereka tetap berjalan berkilo - kilometer hanya untuk ke gereja.
Apakah kamu tahu mereka meminjam mobil pick-up tetangga untuk membawa jemaat dari gereja satu ke gereja yang lain?? Gak pandang anak muda, ataupun yang tua dan yang sudah beruban pun, mereka tetap rela berdiri dan berdesakan di bak belakang mobil pick-up hanya untuk ke gereja.

Bagaimana dengan kita??

Hujan sedikit gak berangkat ke gereja, mengeluh “Ah.. Ujan nie, gak ada mobil, adanya motor, nanti kalau sakit gimana?? Minggu depan aja agh....”
Padahal sudah ada pengumuman, bagi yang kekurangan transport ada bus dari gereja yang siap mengantar anda..

Bagaimana dengan kita?? “Ah... Gak ada waktu.. Hmm.. Bus kan buat orang tua ajah yang gak punya kendaraan, lagian juga panas, gak ada AC..” ??

Tahukah kamu, orang - orang pedesaan sana, untuk mendapatkan Alkitab saja susahnya minta ampun, bahkan berpikir untuk makan saja susah, apalagi untuk membeli sebuah alkitab.
Mereka menunggu saat ada pembagian alkitab gratis, dan pada waktu saatnya tiba mereka berebutan seperti layaknya berebutan sembako, mereka haus, lapar, dan ingin mengenal Yesus yang mereka puja.

Bagaimana dengan kita?

Kita bisa kok membeli alkitab sesukanya.. Mau beli 10 buah juga bisa..
Tapi…

Yang jadi pertanyaanya adalah
“Apakah kita mempunyai kerinduan yang sama dengan mereka??
“Apakah kita haus dan lapar akan firmanNYA seperti mereka??”

Tahukah kamu, mereka-mereka yang di pedesaan, banyak sekali yang buta huruf??
Tahukah kamu, hal itu gak jadi halangan untuk mereka??
Buta huruf memang menjadi kendala besar untuk mereka di dalam membaca Firman, tetapi kendala itu dilawan oleh niat dari dalam lubuk hati mereka sendiri..
Gak peduli usia yang sudah gak lagi muda, rambut beruban, tangan gemetaran, mereka TETAP belajar baca tulis HANYA DEMI INGIN MEMAHAMI SEBUAH ALKITAB dan akhirnya usaha mereka pun gak sia-sia..
Tekad yang bulat, hati yang penuh dengan kehausan serta kerinduan yang terdalam membuat mereka MAU & MAMPU membaca Firman untuk mengenal Dia lebih lagi..

Bagaiman dengan kita??
                                                                                             
Alkitab mungkin lebih dari satu
Apakah dibaca? Ah males Tuhan,, Ah cape Tuhan,, Dan begitu banyak ah ah yg lain..
Bisa baca?? Jangan ditanya, bahkan kita punya gelar tertentu yang mendampingi nama kita..
Trus apa kendala kita di dalam membaca alkitab??
Gak ada kan..??
Jawabannya terletak di dalam lubuk hati kita.. Adakah niat untuk mau lebih lagi mengenal Dia??
Adakah keinginan kita untuk mau dekat dengan pribadi yang sudah berkorban nyawa demi kita??

Tahukah kamu, bahwa di luar sana, beberapa gereja yang mengadakan ibadah tidak memiliki tempat yang cukup untuk menampung seluruh  jumlah jemaat yang datang. Mereka rela gelar tikar diluar hanya untuk mengikuti ibadah sampai selesai, walaupun panas hujan sekalipun mereka tetap di luar, menggunakan topi payung atau apapun, dan tetap mengikuti ibadah itu sampai selesai..

Bagaimana dengan kita??

Gedung gereja  yang bagus, kursi yang nyaman, AC yang membuat kita semakin nyaman juga ada..
Tapi??
Selama firman apakah kita mendengarkan dengan sungguh-sungguh, atau sibuk sendiri dengan hp-mu, BB-mu, atau bahkan asik ngobrol sendiri dengan teman-temanmu??
Hanya waktu beberapa jam saja, sering dari kita yang GAK BISA memberikan waktu TOTAL buat TUHAN..
Firman selesai, tanpa basa basi, langsung banyak  dari kita yang pulang..
Berbagai macam alasan kita lontarkan,, lho kan firman sudah selesai,, ada acara,, mau pergi luar kota,, ada pesta ulang tahun,, dsb…

Apakah kamu tau, gereja-gereja di pelosok sana masih mempunyai rasa kekeluargaan seperti jemaat di Antiokhia??

Saat gereja aliran “A” mengadakan acara ibadah, dan ternyata mereka kekurangan alat musik..
Tahukah kamu, gereja aliran “B” meminjam kan alat musiknya untuk mendukung acara yang berlangsung di gereja aliran “A”..
Mereka gak memandang dari aliran mana atau dari gereja mana, yang penting buat mereka adalah kita adalah satu, satu di dalam Tuhan dan kita adalah satu keluarga.
Itu adalah KEINGINAN Tuhan kita..

Bagaimana dengan gereja-gereja di kota besar??
Gereja dibuat seperti bisnis.. Perebutan jemaat.. Banyak jemaat, makin banyak berkat..
Mereka berpikir jemaat yang lebih banyak dipandang orang bertumbuh, padahal Tuhan memandang kualitas, BUKAN kuantitas..
Dimanakah rasa kekeluargaan??
Dimanakah rasa kesatuan??
Dimanakah itu semua??
Yang ada hanya persaingan satu sama lain..

Ingat YL’ers, kita mungkin lebih kaya dari mereka, kita lebih berada, dan lebih beruntung daripada mereka..
Tapi ingat..
Iman kita, cinta kita ke Tuhan dan cara kita mengasihi Tuhan gak lebih baik dari mereka bahkan mungkin gak ada setengah lebih baik dari mereka..
Kita perlu belajar dari mereka..
Mereka tetap bersyukur atas apa yang mereka terima dan cinta mereka ke Tuhan, meskipun mereka banyak pengorbanan untuk bisa melakukan hal itu..
Nah sekarang, nilai-lah diri kita sendiri..

APAKAH AKU BENAR – BENAR MENGASIHI DIA??

Belajarlah dari kehidupan mereka...
Hidup adalah belajar, jangan pernah berhenti belajar..
Gak harus sama dengan mereka kok..
Dimulai dari belajar bersyukur karena dengan bersyukur, kita gak gampang mengeluh dan dengan bersyukur, kita dapat lebih mengasihi Tuhan dan mencintai setiap karyaNya dlm hidup kita, meskipun kadang terasa menyakitkan dan gak enak buat kita..
Semangat belajar..!!
Tuhan kita, takkan pernah meninggalkan anak-anakNya yang ingin lebih lebih lebih lebih dan lebih lagi mengenal Dia..

FATHER BLESS YOU.....